Monday, 14 January 2013

Hey 15 and Happy Anniversary pretty ladies.

Hallo 15, Hai 15 yang ke 3 hehehe makasih buat semuanya. Makasih ditanggal ini bisa jadian sama dia. Makasih juga masih bisa sama sama ditanggal 15 yang ketiga mudah mudahan kesananya tetep bisa dan harus bisa.
   
 Ya mudah-mudahan 15 ke 3 ini jadi lebih baik, lebih sayang, makin baik kedepannya, jangan pernah berubah yang pasti makin langgeng yah pretty lady. Jangan suka mendem-mendem lagi... Aku bakal nemenin kamu terus buat jalanin ini semua. Kalau kamu yakin bisa lewatin ini semua pasti kita bisa lewatinnya. Jangan pernah sedih, jangan pernah ngerasa sendirian sama jangan pernah nangis lagi. Disana jangan main-main yah inget yang disini. Makasih udah nemenin 3 bulan ini... maaf kalau aku egois, keras, marah marah sama suka ninggalin kamu tidur hehehe. Makasih juga pengertian nya, sabarnya sama semuanya.. Love ya kesayangan♥ 


Hallo 15, Happy Annivesary yang ke 3.
When I see you I feel like everything I want is at you, I get this amazing feeling that no words can ever describe.You are amazing and special and wonderful and just perfect, even though you always think that you’re not. You’re special to me and that’s what’s important. It feels like I’ve known you for ages but it’s only been 3 months! And I imagine myself spending the rest of my life with you.

I love you and I don’t know where I’d be without you, you’re the most amazing person I’ve ever met and I just hope that you don’t get bored of me because I know that I’ll never get tired of you and I’ll always love you, forever and always.

you can make my life complete it's all about you.

What you need to find is someone who will never let you go
you gotta know that I'll never Let you go.


I love you more than words can say .we have made it through a lot on 3 months and it just made us stronger. You are wonderful ,amazing,gorgeous, and intelligent . Never forget that ever . I look at you and see this wonderful woman who I’m going to spend forever with, I see my reason to wake up in the morning , my world, my girl :) how much I love you and what you mean to me .when I said ” it was like a piece of me was missing before I found you” and I found my puzzle piece and I’m not loosing it ever .You complete me you are mine. 

Hey 15 and Happy Anniversary pretty ladies.


Monday, 3 September 2012

Inch by Inch

I don’t know what to say really.
Three minutes
to the biggest battle of our professional lives
all comes down to today. 
Either
we heal
as a team
or we are going to crumble. 
Inch by inch
play by play
till we’re finished.
We are in hell right now, gentlemen
believe me
and
we can stay here
and get the shit kicked out of us
or
we can fight our way
back into the light.
We can climb out of hell.
One inch, at a time.
Now I can’t do it for you.
I’m too old.
I look around and I see these young faces
and I think
I mean
I made every wrong choice a middle age man could make.
I uh….
I pissed away all my money 
believe it or not.
I chased off
anyone who has ever loved me.
And lately,
I can’t even stand the face I see in the mirror.
You know when you get old in life
things get taken from you.
That’s, that’s part of life.
But,
you only learn that when you start losing stuff.
You find out that life is just a game of inches.
So is football.
Because in either game
life or football
the margin for error is so small. 
I mean
one half step too late or too early
you don’t quite make it.
One half second too slow or too fast
and you don’t quite catch it.
The inches we need are everywhere around us. 
They are in every break of the game,
every minute, every second.
On this team, we fight for that inch.
On this team, we tear ourselves, and everyone around us
to pieces for that inch.
We CLAW with our finger nails for that inch.
Cause we know
when we add up all those inches
that’s going to make the fucking difference
between WINNING and LOSING
between LIVING and DYING. 
I’ll tell you this
in any fight
it is the guy who is willing to die
who is going to win that inch.
And I know
if I am going to have any life any more
it is because, I am still willing to fight, and die for that inch
because that is what LIVING is.
The six inches in front of your face. 
Now I can’t make you do it.
You gotta look at the guy next to you.
Look into his eyes.
Now I think you are going to see a guy who will go that inch with you.
You are going to see a guy
who will sacrifice himself for this team
because he knows when it comes down to it,
you are gonna do the same thing for him.
That’s a team, gentlemen
and either we heal now, as a team,
or we will die as individuals.
That’s football guys.
That’s all it is.
Now, what are you gonna do?

Thursday, 2 August 2012

smile

Smile for life's camera.
Several times you will not appear pretty in the taken photograph and you may think you are not photogenic, but life is a great photographer and it will keep taking photos of you until it finds the perfect photograph. And that one will take place in its album.

Sunday, 22 July 2012

Lumrah suatu kehidupan


Assalamualaikum

Mendongak ke langit. Memperhatikan lingkungan. Membuang pandangan kosong. Kondisi tampak berbeda. Semuanya berubah cepat. Cepatnya kondisi berubah. Pantasnya waktu berlalu. Lajunya manusia mengalami perubahan. Sadarlah, ini yang dinamakan kehidupan.

Kapan menyorot kembali rentetan hidup yang telah berlalu pergi, akan terbit rasa sayu di hati. Sekilas rasa gembira yang banyak sekali. Disilih gantikan dengan berbagai rasa yang bercampur aduk menjadi satu. Sedih, kecewa, suka, duka, terharu, terkilan, rawan dan segalanya. Unik sungguh punya rasa-rasa ini semua. Semuanya berkumpul dalam membentuk rasa. Menyadarkan yang kita hanyalah manusia biasa yang kerdil dari pandangannya.

Dari bangku sekolah kita punya teman seangkatan. Ketika memasuki sekolah menengah teman lain pulak kita temui. Kapan tamat sekolah rasa seperti hilang teman saat memasuki Universitas. Di Universitas kembangan teman itu lebih luas. Berbagai mitra segenap inci negeri ditemukan. Tak kurang juga yang menemukan buah hati di sini. Dan fase kehidupan diteruskan saat memasuki karir. Sekali lagi kita dihadapkan dengan manusia-manusia yang baru. Dan pada klimaksnya alam pernikahan.

Selama kita melalui seperti yang diutarakan di atas sudah berapa banyak manusia yang datang dan pergi dalam hidup kita? Harus banyak bukan? Dalam banyak-banyak akan muncul seorang dua yang masih setia menemani hari-hari yang layak disebut sebagai sahabat sejati. Sahabat sejati itu akan ada meskipun tidak selalu hadir di mata. Mereka pasti ada di saat kita perlukan mereka. Jika tidak pun tidak mengapa. Terima saja.


Kadang-kadang ada yang bersedih memikirkan hal ini. Tak perlu bersedih. Terimalah aturan Allah ini dengan tenang sekali. Setiap orang punya kehidupan yang telah direncanakan Allah untuknya. Tergantung bagaimana pengendalian dalam usaha untuk lanjutkan hidup.

Tidak perlu bersedih andai mereka hilang atau lari dari hidup Anda. Belajarlah terima hakikat yang di mana inilah kehidupan. Belajar jangan mengekang kehidupan orang lain. Manusia punya hak dan keputusan untuk melakukan apa saja yang terbaik dalam hidupnya. Begitu juga kita bukan? Makanya itulah keadilan yang Allah sudah berikan pada kita.

Manusia akan terus datang dan pergi dalam hidup kita. Kita juga akan terus datang dan pergi dalam hidup orang lain. Apa yang perlu kita sematkan di hati dan pikiran adalah, berbaik dan bekerjalah dengan semua orang. Berbaik dan berbaktilah kepada semua orang tanpa mengharapkan suatu balasan. Ada hikmah di setiap pemergiaan manusia yang pernah hadir dan pergi dalam hidup kita. InsyaAllah satu hari kita akan temui hikmahnya.

Ingat, andai semuanya pergi dalam hidup kita, setidaknya kita masih punya keluarga yang tetap menyayangi dan kita akan temui jodoh untuk terus scroll bahtera pernikahan hingga akhir hayat. Andai sudah mendirikan rumah tangga, jagalah ikatan itu sehingga hari muka. Moga kita semua terus berbahagia. Senyum dan terima segalanya :)

Arti sesungguhnya


Kita ini hanyalah jumlah hari dan waktu. Bila sebagian jumlah itu pergi, pergilah sebagian dari kita ini. Setiap bilah hari yang meninggalkan kita, memunculkan berbagai coretan, kenangan, rahasia, cerita, derita, bahagia dan segala rupa warna dan rasa. Sebagian yang tinggal menunggu giliran untuk melalui peristiwa yang sama. Mungkin berbeda nama hari, bulan dan tahun, tetapi tetap sama pada kondisi dan peran. Ia akan membawa lagi sebagian dari kita pergi meninggalkan kehidupan dunia ini. Sampai pada saat berakhirnya bilangan terakhir, maka ketika itu berakhirlah kehidupan kita di dunia ini.

Meskipun saban waktu dan hari jumlah itu pergi tidak kembali lagi, tetapi ia tetap meninggalkan kesan pada jumlah yang masih ada. Kenangan, peristiwa, pengajaran dan pasokan yang dikutip oleh hari-hari kemarin ditinggalkan untuk hari-hari mendatang. Adakala ia pahit, adakala manis, adakala kita membencinya, adakala kita menangisi kehilangannya dan adakala kita ingin melupakan dan mengharapkan agar jumlah itu tidak pernah ada dalam diari kehidupan kita. Jumlah yang pergi dan datang jua menyimpan berbagai rahasia setiap kita. Bukan semua babak lakonan setiap insan diketahui oleh orang lain. Sebagian besarnya adalah rahasia kehidupan, hanya dia dan Tuhan. Beruntunglah insan yang rahasianya di sisi Yang Maha Esa lebih baik dari apa yang disangka oleh manusia.

Banyak yang seakan merasa segala kezaliman dan kekejamannya ke atas orang lain berakhir dengan berlalunya hari-hari dirinya dan orang lain. Segalanya dilupa. Tapi, efek kesakitan dan luka yang ditinggalkan oleh hari-hari kemarin tidak harus dilupakan oleh yang dizalimi. Hari-hari yang pergi mewarisi luka-luka yang terpalit dalam memori. Si korban tidak lupa. Allah juga tidak lupa, akan hari pembalasannya. Apakah pembalasan itu hadir dalam sisa hari-hari duniawi yang masih tertinggal atau pada Hari Pembalasan yang sangat agung. Atau, pembalasan itu akan tiba dalam dua alam; dunia yang fana ini dan akhirat yang kekal abadi. Atau, Allah mengampunkannya pada ilmuNYA yang DIA Maha Tahu.

Hari yang pergi, jika ia kejelekan dan kotor hitam, kita diberi kesempatan untuk mengindahkan dan memutihkannya pada hari-hari yang masih tersisa. Adakala kejelekan itu tidak bisa diindahkan kembali melainkan melalui proses yang panjang. Adakala kotoran dan kehitaman itu tidak bisa dicuci dan diputihkan dengan mudah. Mengambil waktu yang lama dan membutuhkan bahan pembersih yang banyak.
Ada kalanya pula, kita telah benar-benar membersihkannya namun oleh karena warna hitam semalam terlalu kuat mempengaruhi pemikiran sebagian orang, lantas mereka tetap membantah warna putih, atau kain yang sudah kita bersih pada hari-hari yang tersisa. Mungkin mereka tahu hakikatnya telah suci, tapi masih ingin menafi pada sifat rakus insani. Atau, memang rupa jelek atau warna hitam kemarin telah benar-benar membutakan mata dari melihat warna murni hari ini.
Namun, kita harus yakin tanpa keraguan bahwa Allah benar-benar mengetahui segalanya. Dia Maha Mengetahui antara yang hitam dan putih, antara yang bersih dan kotor. Dia Mengetahui siapa hambaNYA yang bertobat, siapa pula hambaNYA yang keras jantung hati. Penilaian Tuhan selalu adil tanpa kekurangan. Hari-hari yang sisa memberi kesempatan insan memperbaiki diri. Bahkan dengan keikhlasan kepada Tuhan, kebaikan hari ini dapat menghapus keburukan hari kemarin.

Sebagian manusia pula menyangka bahwa kemanisan hari-hari yang pergi akan terus diwariskan tanpa siapa yang dapat menghalangi. Tiba-tiba dia sadar, bahwa hari-hari yang tersisa tidak semestinya melacak warna-warna indah, ceria dan bahagia yang telah pergi meninggalkannya. Duka mengambil tempat suka, derita merampas hari-hari bahagia. Sekali lagi diingatkan agar insan selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan dan memohonkan dipertahankan nikmat karunia. Disuruh kita membunuh rasa congkak dan takabur atas karunia nikmat, karena segalanya mungkin saja berubah. Senggara itu bisa menjelma dalam berbagai rupa. Meskipun sang raja masih hidup di istana mewahnya, namun Senggara bisa masuk dan mencabut gembira dan bahagia sekalipun dia masih berada pada singgasana empuknya. Kepada Allah juga pengharapan dalam setiap detik kehidupan. Dia Yang Memberikan segala karunia sebagai tes untuk sebagian hamba-hambaNYA.

Hari-hari yang pergi dengan penuh dengan tangisan dan kesedihan tidak selalu mewarisi airmata derita dan wajah duka untuk hari-hari yang menjelma setelahnya. Tangisan dari sepasang mata mungkin terus mengalir pada hari yang tersisa, tetapi karena gembira dan bahagia. Bukan lagi karena sengsara. Hari-hari yang datang, tidak harus mencontoh lagi hari kemarin. Bahkan derita kemarin, memuncakkan kenikmatan saat kebahgiaan menjelma pada hari ini. Siapakah penentu segalanya? Allah. Allah. Allah tiada tuhan melainkan Dia Yang Maha Menguasai segalanya. Maka jangan heran wahai teman, jika Anda melihat yang miskin berubah menjadi kaya, yang sengsara bertukar bahagia. Juga jangan heran, jika terjadi hal yang sebaliknya. Siapa yang bertawakal kepada Allah, akan dibukakan baginya berbagai keajaiban yang tidak disangka.

Akhirnya kita akui bahwa, kita hanya jumlah hari. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan detik dan waktu. Kita semua akan sampai pada saat jumlah detik yang terakhir. Di kala itu tamatlah segala drama dan babak-babaknya yang kita lalui di atas pentas dunia yang fana. Menunggu saat perhitungan Tuhan atas segala cerita yang kita lakonkan. Segala lenggang lenggok karakter dan gaya kita, telah berakhir dengan berakhirnya bilah terakhir yang pergi dan tiada yang datang lagi. Tidak ada subsidi waktu dan hari yang bisa diberikan oleh siapa pun. Segalanya kenangan untuk semua drama kehidupan. Tidak ada lagi teman, tiada lagi harta dan tiada lagi senyum tawa. Derita dan derita. Atau pun, tiada lagi derita, tidak lagi sengsara. Bahagia dan bahagia. Di kala itu kita akan hidup dalam jumlah hari yang tiada kesudahan, dan waktu yang tidak tersisa. Ya Allah! Ampunilah kami ini.

Monday, 9 July 2012

Knows

Let me share this beautiful text with you:

I asked God..
"how do I get the best out of life?"
God answered:
"face your past without regret, handle your present with confidence, prepare for the future without fear.."
Then He added:
"keep the faith and drop the fear.
Never beleive your doubts and never doubt your beliefs. Life is wonderful if you know how to live."
God knows..
God sees..

A girl who has been there and done that. No regrets.

He smiles at her in the hallway between classes. She holds her breath as he passes.
She stays up all night wondering how it would be, she thinks “I’d be so happy if he picked me!”.
He has other girls in mind, but that doesn’t stop her from taking one too many sighs.
Even though he rejects her again and again, she hopes that they can still be friends.
She starts to accept that she’s easy to reject, so in the future she knows what to expect.
She learns to cry herself to sleep, for that is her lullaby. But she still feels the pain so her face is never dry.
She starts to feel unwanted, so much she can hardly bear, she doesn’t have any friends to tell her how much they care.
She sits on the bench one day, the boy comes up like he has something say.
He asks her what’s wrong, why she wears a frown on her face, she hangs her head low, and he gives her a little space.
She starts to tell him the story about her pitiful life, how hard it is for her to make it through her daily strife.
He wipes the tears from her eyes, tells her life will get better, it's only a matter of time, whenever, wherever.