Thursday, 7 June 2012

School History

hari pertama sekolah di malaysia tuh perasaannya tuh kayak terbang ke langit ke tujuh sama pesawat terus pesawatnya mendadak jatuh ya bisa dikatakan "down". tapi gue tenangin diri ajah. nah pas masuk ke gerbang sekolahnya tuh terlintas ini gue mau lanjut ke depan apa balik lagi ke rumah ya (dikarenakan malu & gugup). tapi gue beraniin ajah lanjutin langkah demi langkah.. waktu itu tuh suasana sekolah lagi rame *apes ternyata waktu itu baru habis upacara.. nah karena gue murid baru disitu ada dua cowo nanya


"mau kemana ini?"
"murid baru disini ya?" (dengan muka kayak jegerlah kalau di indonesia mah)
gue coba jawab dengan kalemnya
"gue murid baru disini mau tau dimana ruangan kepsek"


nah sama dia tuh di anterin, tempatnya tuh agak jauh dari tempat gue ngobrol tadi sih. on the way kesana tuh banyak cewe yang ngelihatin gue ngerasu bangga atau gimana gitu hahahaha. tapi suasana di sekolah ini semenjak gue masuk kayaknya ini sekolah agamanya kuat lihat ajah semua cewe dikerudung dong ga kayak di indonesia bebas. sekitar 5 menit gue nyampe diruangan kepsek. udah ngasih segala fail yg diperlukan gue bisa sekolah disitu gue bangga sih sekolah disitu. banyak tetangga gue bilang sekolah itu tuh sekolah top. gue jadi pede ajah nih wkwkwk. nah dari ruangan kepsek tuh gue dianterin sama guru HAM (hal ehwal murid) kalau diindonesia mah bp. gue tuh aneh kenapa guru ini tuh kayak yg deket sama gue. ternyata guru ini tuh deket sama ayah gue terus guru ini keturunan indonesia hahaha ternyata ada juga guru keturunan indonesia di sini (dalem hati).


gue sama guru itutuh jalan-jalan dari kelas ke kelas. gue dalem hati sambil jalan dari kelas ke kelas gue mau ngeceng dulu ah :)) hahaha. perasaan yang malu tiba-tiba ilang malah jadi seneng ga tau kenapa. terus sampelah gue sama guru itu di kelas 3 Ibnu Sina terus guru itu bilang jangan apa-apain anak baru ini hormati dia kalau kamu mau dihormati oleh dia. disitu gue berasa kayak raja ajah hahaha. ternyata tuh di kelas 3 Sina tuh muridnya tuh murid yang paling pinter disekolah itu dikumpulin dikelas itu. ya pasti ada hikmahnya disebalik ini semua. gue bahagia karena gue dikatogerikan pinter dan gue sedih karena gimana kalau ntar ada ulangan 1 sekolah gue takut paling corot.


nah waktu itu tuh kelas lagi sepi ga ada guru. suasananya berisik dan agak ricuh sih. gue duduk di pinggir apih sama leycat dan didepan gue tuh ayam sama cicak.. ya itu nama panggilan mereka. mereka tuh kayak geng kelas sih. secara otomatik gue masuk ke geng itu.. tapi waktu suasana kelas ricuh tuh ada cewe duduk di atas kursi kira-kira berjarak 150 meter dari gue *kira-kira.


Dengan sekuat tenaga, gue menghindari bayangan orang-orang dikelas yang lagi ribut dan terus melihat.


“Siapa dia?”,
“kenapa terlihat tidak biasa?”
“apakah dia adalah bidadari, wajahnya sungguh jelita?”
“apakah dia datang untukku?”Otak gue bener – bener sudah teracuni oleh Telenovela. Oooooooooohh.... 


Gue terus melihat dia, namun dia sepertinya tidak merasakan pandangan gue. Tiba – tiba terlihat sesosok laki – laki yang tidak asing berbadan agak tinggi, hitam, bermuka agak lonjong, dagunya agak maju, dan berambut agak keriting. Jika dilihat sekilas, orang itu mirip dengan pemain sepak bola Irfan Bachdim versi salah gaul. Salah gaul sama orang – orang ethiopia.
Ya, dia (sensor). Teman gue -____- menghampiri gadis yang dari tadi gue liatin itu. Sepertinya mereka sudah saling kenal. Terlintas dalam benak gue rasa cemburu,
“kenapa dia kayaknya dekat sama cewek itu?”,
“kenapa gue cemburu?”
“kenapa? Padahal gue belum kenal sama cewek itu!?”
Gue termenung sesaat dengan pikiran gue sendiri.
"ada apakah dengan ini semua? apa sebenarnya yang gue rasa"

Wednesday, 6 June 2012

Sepakbola Indonesia, dari hiburan rakyat menjadi tragedi


 "Kami Suporter Sepakbola Indonesia dengan ini berikrar dan bersungguh-sungguh menjaga serta menjunjung tinggi persatuan dan perdamaian dalam ikatan persaudaraan antar Suporter demi kemajuan serta kejayaan Sepakbola Indonesia."

Demikianlah bunyi ikrar suporter Indonesia pada saat Jambore Suporter tahun 2007 yang menjadi tonggak sejarah suporter di Indonesia. Namun sepertinya ikrar tersebut kini telah menjadi masa lalu dan perlahan mulai hilang berganti dengan tragedi yang melibatkan aktor dengan nama yang sama, suporter.

Kematian 9 suporter sepakbola saat mendukung tim pujaannya bertanding hanya dalam tempo 4 bulan adalah jelas pukulan telak untuk insan sepakbola nasional. Dari sebuah hiburan rakyat berubah menjadi tangis rakyat tak berujung.

Dirunut jauh ke belakang, tragedi tewasnya suporter tersebut memang bukan kejadian baru di sepakbola tanah air. Namun kejadian dalam 4 bulan terakhir ini seperti layaknya akumulasi dari kejadian-kejadian sepanjang tahun dari kisruh sepakbola Indonesia.

Tewasnya lima suporter Persebaya saat mendukung Green Forcebertanding melawan Persibo Bojonegoro pada Maret lalu hanyalah awal. Selang dua bulan kemudian, tiga suporter tewas usai menonton laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung, dan belum usai kesedihan itu, kembali satu suporter meregang nyawa saat mendukung Persebaya melawan Persija Jakarta IPL, Minggu (03/6) seakan semakin membuat mendung wajah persepakbolaan Indonesia.

Korban tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut menjadi korban 
Meskipun dengan alasan dan sebab kematian yang berbeda, kematian suporter tersebut berujung pada satu muara. Belum adanya kedewasaan dari semua pihak yang seharusnya berjalan sinergis dalam sebuah siklus yang bernama sepakbola.

Yang paling memprihatinkan jelas dua kejadian yang pertama. Tanpa mengecilkan arti dari tragedi yang terakhir, dua kejadian yang menelan korban sebanyak 8 suporter itu memiliki motif dan asal muasal yang sama, permusuhan antar suporter.

Lima Bonekmania yang sedang dalam perjalanan ke Bojonegoro tak mampu melanjutkan perjalanannya setelah mereka "gagal" melewati Lamongan, basis terbesar suporter Persela Lamongan, LA Mania dan berakhir dengan tragis.

Begitu pula dengan kejadian di laga klasik Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Utama Bung Karno. Tiga korban adalah suporter yang menjadi korban "tuduhan membabi buta" pendukung Persija bahwa mereka adalah suporter Persib yang bahkan hingga sekarang belum jelas mendukung siapa mereka sebenarnya.

Begitu mudahnya nyawa melayang di tangan para pendukung tim sepakbola. Masih layakkah mereka disebut sebagai suporter yang secara harfiah memiliki arti memberikan dukungan? bukan sebagai pencabut nyawa seseorang?. Inikah bentuk militansi bagi kita yang menyebut diri sebagai suporter sejati?.

Namanya militansi tentu saja hal yang satu ini tidak akan bisa dipisahkan dari aksi para suporter bola. Baik dalam arti positif yang tentunya akan menghasilkan apresiasi positif juga atau dalam arti negatif yang menghasilkan sebuah fanatisme buta dan tak jarang berbenturan dengan idealisme dan kepentingan dari pihak lain.

Balas dendam bukanlah sebuah solusi selain memperburuk keadaan 
"Terkadang cinta hanya dapat berbicara melalui selongsong senapan." Sebuah slogan para anarkis Spanyol pengikut Durruti ini mungkin bisa mencerminkan bagaimana kecintaan (fanatisme) itu bisa berubah menjadi sebuah tragedi yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Fanatisme buta menjadi akar permusuhan antar suporter selama lebih dari satu dekade ini, dan balas dendam menjadi bumbu penyedap dari cerita "heroik" para suporter. Benar apa yang dikatakan oleh penyair dan nasionalis Skotlandia Hugh MacDiarmid (1892–1978) yang mengatakan, "fanatisme dalam sepakbola dan intelektualitas yang tinggi jarang berjalan bersama."

Dengan keadaan seperti itu, mereka bukan lagi bagian dari suporter. Tetapi mereka adalah gerombolan pengacau dan perusuh tanpa hati nurani. Sebuah definisi mengejutkan mengenai gerombolan atau mob, yakni bahwa mereka adalah an angry group with many hands but no brains. Ya, banyak tangan tapi tanpa otak.

Menganalisis lebih jauh mengenai sejarah dan pangkal masalah dari kelompok suporter yang berseteru jelas butuh waktu panjang. Sebagai langkah antisipasi cepat sudah saatnya bagi seluruh stakeholder sepakbola nasional kembali ke kultur nenek moyang bangsa Indonesia yang lebih menonjolkan kebersamaan dan tepo seliro sebagai dasar untuk berhubungan satu sama lain tak terkecuali bagi suporter.

Rivalitas di dalam stadion boleh panas, tapi di luar, kita semua saudara 
Saya pribadi yakin, para suporter dari semua klub di Indonesia tidak ingin hiburan rakyat tersebut menjadi tragedi dan tangis rakyat tanpa ujung. Pesta rakyat yang telah menjadi bagian kehidupan bangsa ini terpaksa harus menjadi pemicu retaknya hubungan antar daerah.

Dan semoga apa yang ada dalam sebuah ungkapan "victoria concordia crescit", kemenangan berkembang dari harmoni, menjadi kenyataan. Bukan kemenangan antar golongan atau satu suporter saja, tetapi kemenangan untuk sepakbola Nasional secara menyeluruh.

Bravo sepakbola Indonesia!!

apa adanya

hahahahaha mungkin ini lah rasa hidup dengan tiada orang yg disamping kita. wkwk memang sih ada enaknya ada engganya tapi ga tau lebih baik yg mana. semuanya sih kayak seimbang ajah ada kekurangan dan kelebihan. memang sih lebih asik ada pacar tapi kan kalau ada pacar jadi ga bebas.. hehe apalagi kalau pacarnya cemburuan. wolesin ajah kali mau ada mau engga kalau org sunda mah blg "marukana urang bakal mikiran". memang semua hal ini harus diwolesin jgn banyak dipikirin. coba lihat orang yg pacaran rata-rata mereka tuh 90% akan jadi galau trs rata2 galau tiap malem... ya itu survey gue di tweet hahaha :)) siklus pacaran tuh = kenal-pdkt-pacaran-seneng-sedih-putus itu sih siklusnya org pacaran tapi kalau yg engga atau biasa disebut jomblo mah tidur-makan-minum-online-tidur haha jadi enak yg mana? sebetulnya kalau menurut gue sih enak punya pasangan hahaha...

Tuesday, 5 June 2012

Iseng


Cinta merupakan satu ukuran asas pengalaman manusia yang memberikan antaranya, perasaan kasih sayangtarikan, asaskemesraan dan keserasian antara perorangan, rela berkorban untuk orang lain, perasaan tertarik dan hubungan kepada alam, benda hidup ataupun makhluk lain. Ia dapat ditunjukkan melalui perasaanemosikelakuanpemikiranpersepsi dan sikap. Ia mempengaruhi, mendasari dan menetukan pola utama hubungan antara perorangan dan pengenalan diri.
Beberapa bahasa, termasuk bahasa Melayu apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa mutakhir di Eropah, terlihat lebih banyak kosa katanya dalam mengungkapkan konsep ini. Antaranya ialah kasih, sayang, rindu, dan berahi.
Cinta jarak jauh merupakan situasi di mana sepasang kekasih berjauhan di antara satu sama lain.Manusia sering menginginkan cinta. Dalam cinta ada suatu ketulusan perasaan yang membuatkan manusia yang merasainya gembira, sedih, rasa keyakinan, rasa dimiliki, dan sebagainya. Dalam cinta biasanya tersimpan seribu macam perasaan yang amat sukar digambarkan. bermula dengan rasa suka, hati berdetak, mulut tersenyum tanpa bicara, muka bertambah seri, dan akhirnya cinta itu menjadi milik kita. Amat mudah untuk melafazkan cinta, tetapi amat mudah juga melupakan cinta. Cinta yang sejati lahir dari hati yang tulus.

2005 UCL Final

The 2005 UEFA Champions League Final was the final match of the 2004–05 UEFA Champions League, Europe's primary clubfootball competition. The showpiece event was contested between Liverpool of England and Milan of Italy at the Atatürk Stadium inIstanbul, Turkey on 25 May 2005. Liverpool, who had won the competition four times, were appearing in their sixth final, and their first since 1985. Milan, who had won the competition six times, were appearing in their second final in three years and tenth overall.

Each club needed to progress through the group stage and knockout rounds to reach the final, playing 12 matches in total. Liverpool finished second in their group behind 2004 runners-up Monaco and subsequently beat Bayer Leverkusen, Juventus and Chelsea to progress to the final. Milan won their group ahead of Barcelona and faced Manchester United, Internazionale and PSV Eindhoven before reaching the final.

Milan were regarded as favourites before the match and took the lead within the first minute through captain Paolo Maldini. Milan striker Hernán Crespo added two more goals before half-time to make it 3–0. In the second half Liverpool launched a comeback and scored three goals in a dramatic six-minute spell to level the scores at 3–3, with goals from Steven Gerrard, Vladimír Šmicer and Xabi Alonso. The scores remained the same during extra time, and a penalty shootout was required to decide the champions. The score was 3–2 to Liverpool when Andriy Shevchenko's penalty was saved by Liverpool goalkeeper Jerzy Dudek. Thus Liverpool won their fifth European Cup, were awarded the trophy permanently, and claimed the UEFA Badge of Honour.

Widely regarded as one of the greatest finals in the competition's history, the match is often referred to as the "Miracle of Istanbul". You'll Never Walk Alone.

Pendapat tentang pacaran

Pacaran bukan ajah buat kesenangan semata dan bukan juga buat kita mempermainkkannya. Pacaran ini melibatkan dua hati dan jangan lah menyakiti hati antara salah satu itu. Pacaran juga bukanlah ajang buat untuk membuat banyak koleksi pacar atau mantan melainkan pacaran ini haruskah dipikir bener-bener apakah dia pasangan yang sesuai untuk kita? kita haruslah pikir panjang dan fikir kedepannya gimana? kita harus mikir bener-bener jangan sampe menyesal di akhirnya. kalau ga serasa ga cocok, ga sayang mending jangan pacaran, kalau pacaran juga itu semua percuma. ga perlu ngejar-ngejar orang yang ga sayang ke kamu kalau kamu kejar dia apa sanggup nerima hakikatnya kalau dia gamau apa sanggup sakit hati?

pacaran itu butuh 2 orang yang saling "menyayangi". kalau ga ada rasa sayang ngapain pacaran? sayang ke satu sama lain itu baik asal jangan berlebihan. kalau kita sayang sama pasangan kita itu baik dan kita juga harus saling "percaya". percaya itu penting kita harus percaya sama pasangan kita, ini berarti kita yakin sama pasangan kita, dan kita atau pasangan kita juga jangan merusakkan kepercayaan ini... kalau ga ada kepercayaan masing2 pasangan ngapain pacaran. pacaran pasti ga lepas dari cobaan kalau ga bisa slg percaya itu susah...

1 lagi kita juga harusnya sih nerima kekurangan kelebihan pasangan kita... ga ada yg sempurna di dunia ini bren.. oh ia.. kita juga harus punya sikap dewasa dan mau ngalah, pacaran pasti ga adem ayem kan? kadang kita marahan kan? ya itu kita harus ada yg ngalah jgn besarin ego bren.. hehehehehe

Anything

Seorang anak dari bandung yg besar di luar negara.. pertama-tama tinggal di Langkawi kira-kira ya dari 3 tahun sampe 5 tahun. ya mungkin sih banyak orang yg ingin tinggal diluar negara, tapi menurut dia sih ga juga.. udh itu dia pindah ke Negeri Sembilan dan sekolah tk disana, mungkin sih waktu kita kecil kita ga tau apa-apa tentang kebahagiaan.. rata-rata sih pas kita anak kecil kita sentiasa bahagia dengan dunianya sendiri. tapi pas masuk sd dia sekolah di sekolah kebangsaan mantin.

dia habisin waktu sekolah sdnya disana, tapi dia sd cuman sampe kelas 5 sd... krna orang tua ayah dan ibunya sering sakit-sakitan jadi dia pindah slps kenaikan kelas 5, dan dia pindah ke tempat di asal Indonesia, Bandung.  memang sih dia baru di bandung tapi dia udh merasa nyaman yg luar biasa tinggal disitu.. dia lanjuti sklh kelas 6nya di sekolah mandiri 2. ya dia rasa dia udh nemuin kenyamanan yg luar biasa dlm hidupnya. biasalah dia menjalani hari-harinya dengan biasa. tapi dia sangat rapat sama temen2 di kawasan rmhnya.

kehidupan dibandung sama malaysia itu beda bgt.. tapi dia lebih brasa nyaman di bandung. seudah kenaikan sd dia sekolah di SMP 4 cimahi. dia udh terlanjur nyaman tapi dia cuman sekolah sampe kelas 8 abis itu dia pindah dari bandung utk ke malaysia lagi.. kalau di kira2 sih dia cuman ngabisin waktunya dibandung lebih kurang 3 tahun.

dia ikut orang tuanya yg kerja dimalaysia dan sampe sekarang sekolah dimalaysia, tpi... dia ga nemuin yg namanya kebahagiaan,kenyamanan. dan orang yg dia sayang pun pada jauh. tpi mungkin ini semua ada hakikatnya.. ya tapi apa?! dari kecil sampe sekarang pasti pisah sama orang yg deket & disayangnya.. ya mungkin ini takdir...

"jangan pernh sia-siain orang yg kita sayang,deket. jangan tinggalin mereka, mungkin suatu saat kita ga dapet ngelht mereka lagi"

Monday, 4 June 2012

Random


Our pride liverbird
memang sih dilihat ditransfer musim dingin waktu itu Liverpool beli banyak pemain dan harganya juga ga bisa dibilang murah.. mungkin ini satu tanda kalau Liverpool akan bangkit dan kembali pada kejayaanya.. dengan anthem You'll Never Walk Alone kopites bersatu padu menyokong The Reds. LFC di kemudi oleh King Kenny yg merupakan legenda LFC, ya ini menjadi ekspetasi yg besar agar LFC bisa berjaya kayak waktu keemasannya.


1 hari sebelum musim EPL mulai banyak ekspetasi dan harapan yg tinggi agar LFC menjadi Champion pada periode 11-12 tapi sayang.. memang sih periode 11-12 LFC menang 1 piala tapi piala itu kurang berarti, tapi LFC juga 2 kali finalist tapi sayang cuman satu yg jadi juara.. ya mungkin ini musim yg sulit bagi fans LFC emg sih LFC tidak konsisten dan penampilannya naik turun terus.. tapi yang anehnya LFC 32 kali shoot kena tiang gol sebenarnya ada apa ini.. mungkin kalau semua shoot itu gol LFC bisa juara sih kayaknya. mungkin LFC kurang beruntung pas periode 11-12

ya sudahlah mungkin memang jadi fans LFC tuh harus sabar.. tapi sepintas pikiran ingin menukar kelab kesukaan tapi... seperti shankly bilang "'Liverpool was made for me and I was made for Liverpool." ya ini jadi semangat untuk tetap kalau LFC di hati... ini tuh kayak pacaran juga sih.. kadang pas kita pacaran pasti ada rasa bosen mungkin kita harus atasi rasa bosen itu dan harus setia ke pacar kita... ya itu sama seperti mendukung LFC... "keep calm and keep loyalty"

ya mungkin sekarang periode 11-12 udh habis tapi periode itu mungkin dijadiin pelajaran bagi LFC dan panduan untuk lebih maju kayak hidup... "belajarlah dari kesilapan" dan LFC harusnya tidak lagi melihat ke musim sebelummya yang bisa dikatakan sangat jelek ini juga mungkin ada kaitan sama hidup juga sih kayak "terus maju kedepan ga ada gunannya lht kebelakang semua itu udh terjadi dan udh berlalu" ya itu harus nya dijadikan motivasi untuk lebih maju

ya musim 11-12 sudah berlalu sekarang saat nya musim 12-13 kita hadapi dengan semangat yang tinggi. tapi sebelum musim 12-13 pelatih LFC King Kenny dipecat, ya ini jadi pukulan telak bagi para Kopites.. yg masih berharap pada King Kenny. seudah King Kenny meninggalkan Anfield Gank.. banyak rumor yang memberitahu kalau LFC pengen dari nama Guardiola,Capello,AVB,Martinez,Kllop,Deschamp,Rodgers sampe Loew juga di rumor kan akan menjadi pelatih LFC. ya selama 2 minggu Kopites cuman denger rumor,rumor dan rumor..

tapi Martinezlah yg jadi kandidat kuat untuk jadi pelatih LFC kalau LFC menunjuk dia sih kayaknya LFC akan hancur... tapi datanglah nama Brendan Rodgers dan ga lama udh itu dia di angkat jadi pelatih LFC secara resmi.. Rodgers tuh fisikal nya sih kayak Shankly dan misi,visi dan motonya juga kayak Shankly mungkin ini tanda kalau LFC akan sukses di musim 12-13 ya mudah-mudahan sih sukses.. 
ya semua Kopites berharap dan menyimpan ekspetasi yang besar dan harapan yg tinggi kepada Steven Gerarrd dkk semua bakal menjadi juara EPL,masuk top 4 dan juara Europe league... ya mudah-mudahan. Amin.... "Keep Reds and Walk On" You'll Never Walk Alone !!!

Koptites about Passion,Pride & Loyalty to Liverpool

Sunday, 3 June 2012

Sebuah teladan..


Albert Einstein (14 March 1879 – 18 April 1955) was a Germantheoretical physicist who developed the theory of general relativity, effecting a revolution in physics. For this achievement, Einstein is often regarded as the father of modern physics.[2][3] While best known for his mass–energy equivalence formula E = mc2 (which has been dubbed "the world's most famous equation"),[4] he received the 1921Nobel Prize in Physics "for his services to theoretical physics, and especially for his discovery of the law of thephotoelectric effect".[5] The latter was pivotal in establishing quantum theory within physics.
Near the beginning of his career, Einstein thought that Newtonian mechanics was no longer enough to reconcile the laws of classical mechanics with the laws of the electromagnetic field. This led to the development of his special theory of relativity. He realized, however, that the principle of relativity could also be extended to gravitational fields, and with his subsequent theory of gravitation in 1916, he published a paper on the general theory of relativity. He continued to deal with problems of statistical mechanics and quantum theory, which led to his explanations of particle theory and themotion of molecules. He also investigated the thermal properties of light which laid the foundation of the photon theory of light. In 1917, Einstein applied the general theory of relativity to model the structure of the universe as a whole.[6]
He was visiting the United States when Adolf Hitler came to power in 1933, and did not go back to Germany, where he had been a professor at the Berlin Academy of Sciences. He settled in the U.S., becoming a citizen in 1940.[7] On the eve of World War II, he helped alert President Franklin D. Roosevelt that Germany might be developing an atomic weapon, and recommended that the U.S. begin similar research; this eventually led to what would become theManhattan Project. Einstein was in support of defending the Allied forces, but largely denounced using the new discovery of nuclear fission as a weapon. Later, together with Bertrand Russell, Einstein signed the Russell–Einstein Manifesto, which highlighted the danger of nuclear weapons. Einstein was affiliated with the Institute for Advanced Studyin Princeton, New Jersey, until his death in 1955.
Einstein published more than 300 scientific papers along with over 150 non-scientific works.[6][8] His great intelligence and originality have made the word "Einstein" synonymous with genius.[9]

Steven George Gerrard (born 30 May 1980) is an English footballer who plays for and captains Premier League club Liverpool. He also has 91 caps for the England national team. He has played much of his career in a centre midfieldrole, but he has also been used as a second striker and right winger.[4]
Gerrard, who has spent his entire career at Anfield, made his début in 1998 and cemented his place in the first team in 2000, succeeding Sami Hyypiä as team captain in 2003. His honours include two FA Cups, three League Cups, one UEFA Champions League, one UEFA Cup, and two Super Cups. In 2005, Gerrard came third in voting for the Ballon d'Or.
Gerrard made his international debut in 2000 and has represented England at the Euro 2000 and Euro 2004, as well as the 2006 World Cup where he was the team's top goalscorer with two goals. Gerrard first captained his country at the 2010 World Cup in the absence of regular captain Rio Ferdinand, who missed the tournament through injury.[5] He was named again as England captain for the Euro 2012.
Gerrard is widely regarded as one of the greatest English footballers ever. Gerrard came second only to Kenny Dalglish in the "100 Players Who Shook The Kop" - a Liverpool fan poll.[6] Zinedine Zidane said in 2009 that he considered Gerrard one of the best footballers in the world.[7] In 2010, The Guardian named Gerrard to their World XI team, which compiled the greatest footballers of all time onto one squad.

Liverpool


       Liverpool Football Club is an English professional football club based in Liverpool, Merseyside, playing in the Premier League. Liverpool has won eighteen League titlessecond most in English football, seven FA Cups and a record eight League Cups. Liverpool has won more European titles than any other English club, having won five European Cups (most recently in 2005), three UEFA Cupsand three UEFA Super Cups.
Liverpool was founded in 1892 and admitted into the Football League the following year. The club has played at its home ground,Anfield, since its formation, although since 2002 there have been plans to move to a new stadium in Stanley Park. The most successful period in Liverpool's history was the 1970s and '80s, when Bill Shankly and Bob Paisley led the club to eleven league titles and seven European trophies.
The club's supporters have been involved in two major tragedies. The first was the Heysel Stadium disaster in 1985, in which charging Liverpool fans caused a wall to collapse, killing 39 Juventus supporters. In the 1989 Hillsborough disaster, 96 Liverpool supporters lost their lives in a crush against perimeter fencing.
Liverpool has long-standing rivalries with neighbours Everton and Manchester United. The team has played at home in an all-red strip since 1964, when manager Bill Shankly changed it from red shirts and white shorts in an effort to intimidate the opposition. The club's anthem is "You'll Never Walk Alone".